Poros pembangkit, juga dikenal sebagai poros baling-baling Poros penggerak, atau prop shaft, adalah komponen mekanis yang digunakan pada mobil untuk mentransmisikan torsi dari mesin ke roda. Ini adalah poros silindris yang berputar dan menghubungkan transmisi atau unit transfer ke diferensial, sehingga memungkinkan tenaga listrik ditransfer dari mesin ke roda.
Fungsi utama poros penggerak adalah untuk mentransmisikan daya listrik putar sekaligus mengakomodasi pergerakan dan pergerakan suspensi mobil. Poros penggerak biasanya ditemukan pada penggerak roda belakang dan penggerak empat roda. Produsen poros penggerak Cina, dan mobil perjalanan berpenggerak semua roda.
Opsi dan komponen utama dari poros penggerak terdiri dari:
1. Tabung poros: Sistem utama poros dorong, biasanya dirancang dari logam atau aluminium, yang menampung komponen internal.
2. Sambungan universal (sambungan U): Sambungan ini ditempatkan di setiap titik pemberhentian poros penggerak dan memungkinkan pergerakan sudut serta kemampuan adaptasi yang diperlukan saat suspensi bergerak dan poros pendorong berputar.
3. Slip yoke: Elemen ini terletak di salah satu ujung poros penggerak dan memungkinkan penyesuaian panjang poros penggerak saat suspensi terkompresi dan memanjang.
4. Flensa: Flensa digunakan untuk menghubungkan poros penggerak ke transmisi, kotak transfer, dan diferensial. Flensa memberikan hubungan yang aman dan kokoh untuk mentransmisikan torsi.
Poros dorong dirancang agar tahan lama dan mampu menahan tekanan serta gaya transmisi daya listrik dari motor ke roda. Meskipun demikian, poros dorong dapat mengalami keausan, kerusakan, atau kegagalan karena faktor-faktor seperti torsi yang berlebihan, penyelarasan yang buruk, atau kurangnya perawatan.
Singkatnya, poros dorong adalah elemen penting dalam proses penggerak daya pada mobil, yang diandalkan untuk mentransfer torsi dari mesin ke roda, sehingga memungkinkan mobil untuk bergerak.